Maraknya Pencurian Jenazah Corona Diberbagai Daerah Indonesia

Marak nya pada kasus pencurian jasad cukup menyedihkan, apalagi di saaat pandemi seperti ini. Pencurian jenazah Pasien yang diduga postif atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kasus ini cukup banyak mencuat di karena-kan penangan jenasah atau jasad yang terkena corona akan cukup berbeda.

Corona adalah virus yang dapat bermutasi dengan mudah, sehingga mayat yang terpapar oleh corona. harus diberlakukan dengan penangan khusus dengan beberapa cara seperti peti mayat yang di bungkus oleh plastik serta mayat yang tepapar corona juga akan di bungkus oleh plastik. perlakuan ini menjadi cukup polemi di warga indonesia, walaupun begitu dalam segi keaman perlakuan khusus ini harus di lakukan karena Corona masi bisa menular dengan mudah kelingkungan jasad, sehingga dapat mecemari area pemakaman atau muncul-nya corona jenis baru.

kejadian pencurian yang cukup buming terj di Rumah sakit stella maris. Dimana ada penjemputan paksa oleh sekelompok orang yang mebobol keamana rumah sakit dan mengambil paksa jasad di rumah sakit tersebut.

Setelah kejadian di Rumah Sakit stella Maris, beberapa wargapun di hari berikut nya ada yang melakukan pengambilan paksa secara bergrombol, dimana jumlah mereka bahkan sampai seratus orang, karena marak nya khasus dengan massa yang melebih kemampuan petugas keaman Rumah Sakit, Tni dan polri setempat pun diterjunkan.

Pencurian jasad keluarga di Indonesia tidak hanya terjadi di Maksar, dimana awal nya Rs Mekar Sari Bekasi mengalami pencurian mayat pertama ketika jenazah sudah mau di makamkan, keluarga merasa emosi karena merasa Jasad bukan pasien corona, Sedangkan di Kendari terjadi dalam Rumah Sakit Bahteramas dimana pihak keluarga membawa mobil pribadi dan di bawa untuk ke rumah duka, serta plastik yang telah di bungkuskan di buka kembali dan mayat di mandikan kembali oleh keluarga.

Mara-nya kasus-kasus tersebut membuat aparat sekarang bertidak tegas, dimana para pencuri jenasah atau jasad yang teridentifikasi kasus corona akan di penjara tujuh tahun, dengan penerapan pasal 214 KUHp, 335 KUHP, 336 KUHP, 93 KUHP Undang-undang no 6. 2018.

Sampai saat ini jumlah tersangka pencurian sudah ditetapkan hingga 31 satu orang, dimana mereka melakukan pencurian paksa jasad yang di nyatakan terkena dampak corona. dari segi pengujian tersangka yang tertangka sudah 12 orang yang di nyatakan reaktif corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *